A.desain atau design
M. Asimow (Amerika Serikat, 1962) Decision making in the face of uncertainty with high penalties for error (Pengambilan keputusan menghadapi ketidak-pastian dengan risiko tinggi bila melakukan kekeliruan). Dari sini dapat disimpulkan bahwa desain adalah sebuah kata kerja, yaitu rangkaian pengambilan keputusan yang dilakukan secara sadar. Jadi bila proses desain mengalami hambatan, bisa jadi karena sang desainer tidak berani mengambil keputusan. Dalam mengambil keputusan, sang desainer harus memahami konsekwensi dari desainnya dan sang desainer berperan menjadi risk manager, karena tidak mungkin untuk menghilangkan resikonya sama sekali.
B. pengemasan
Pengemasan merupakan sistem yang terkoordinasi untuk menyiapkan barang menjadi siap untuk ditransportasikan, didistribusikan, disimpan, dijual, dan dipakai. Adanya wadah atau pembungkus dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan, melindungi produk yang ada di dalamnya, melindungi dari bahaya pencemaran serta gangguan fisik (gesekan, benturan, getaran). Di samping itu pengemasan berfungsi untuk menempatkan suatu hasil pengolahan atau produk industri agar mempunyai bentuk-bentuk yang memudahkan dalam penyimpanan, pengangkutan dan distribusi. Dari segi promosi wadah atau pembungkus berfungsi sebagai perangsang atau daya tarik pembeli. Karena itu bentuk, warna dan dekorasi dari kemasan perlu diperhatikan dalam perencanaannya. [1]
Budaya kemasan sebenarnya telah dimulai sejak manusia mengenal sistem penyimpanan bahan makanan. Sistem penyimpanan bahan makanan secara tradisional diawali dengan memasukkan bahan makanan ke dalam suatu wadah yang ditemuinya. Dalam perkembangannya di bidang pascapanen, sudah banyak inovasi dalam bentuk maupun bahan pengemas produk pertanian. Temuan kemasan baru dan berbagai inovasi selalu dikedepankan oleh para produsen produk-produk pertanian, dan hal ini secara pasti menggeser metode pengemasan tradisional yang sudah ada sejak lama di Indonesia.[2]
C. proses desain kemasan
Proses desain pada umumnya memperhitungkan aspek fungsi, estetik dan berbagai macam aspek lainnya, yang biasanya datanya didapatkan dari riset, pemikiran, brainstorming, maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya.
Dalam perancangan atau mendesain suatu kemasan produk dapat kita memperhatikan beberapa aspek dasar dalam menentukan kemasan produk itu sendiri, diantaranya :
1. Daya Tarik Kemasan
Daya tarik kemasan sangat penting guna tertangkapnya stimulusoleh konsumen yang di sampaikan ke produsen sehingga diharapkan konsumen tertarik pada produk tersebut.Menurut Wiryo (1999:10) daya tarik visual kemasan dapat digolongkan menjadi dua yaitu: daya tarik visual dan daya tarik praktis.
A. Daya Tarik Visual
Daya tarik visual mengacu pada penampilan kemasan atau lebel suatu produk mencakup warna, bentuk, merk/logo, ilustrasi, teks/tipografo, tata letak (Wirya, 1999:28-30).
a.Warna
Warna adalah suatu mutu cahaya yang dapat dipantulkan darisuatu objek ke mata manusia. Warna terbagi dalam kategori terang (mudah), sedang, gelap (tua).Fungsi dari pemilihan warna :
- Untuk identifikasi produk sehingga berbeda dengan produkpesaing.
- Untuk menarik perhatian, warna terang atau cerah kanmemantulkan cahaya lebih jauh dibandingkan dengan warnagelap.
- Untuk menimbulkan pengaruh, misalnya untuk meningkatkanselera konsumen terhadap produk makanan.
- Untuk mengembangkan asosiasi tertentu terhadap produknya.
- Untuk menciptakan suatu citra dalam mengembangkanproduknya.
- Untuk menghiasi produk.
- Untuk memastikan keterbacaan yang maksimum dalampenggunaan warna kontras.
- Untuk mendorong tindakan.
- Untuk proteksi terhadap cahaya yang membahayakan.
- Untuk mengendalikan temperatur barang didalamnya.
- Untuk membangkitkan minat dalam mode.
b. Bentuk
Bentuk kemasan disesuaikan dengan produknya pertimbanganyang digunakan adalah pertimbangan mekanis, kondisi penjualan,perkembangan penjualan, pemejangan dan cara-cara penggunaankemasan tersebut.
- Bentuk yang sederhana lebih disukai daripada yang rumit
- Bentuk yang teratur memiliki daya tarik lebih
- Bentuk harus seimbang agar menyenangkan
- Bentuk bujur sangkar lebih disukai dari pada persegi panjang
- Bentuk cembung lebih disukai daripada bentuk cekung
- Bentuk bulat lebih disukai wanita, sedang pria lebih menyukaibentuk siku
- Bentuk harus mudah terlihat bila dipandang dari jauh
c. Merk/logo
Tanda-tanda identifikasi seperti merek dengan logo perusahaanadalah meningkatkan daya tarik konsumen. Merek atau logo ini dipandang dapat menaikkan gengsi atau status seorang pembeli.Syarat-syarat logo yang baik adalah :
- a.Mengandung keaslian
- b.Mudah dibaca atau di ucapkan
- c.Mudah di ingat
- d.Sederhana dan ringkas
- e.Tidak mengandung konotasi yang negative
- f.Tidak sulit digambarkan
d. Ilustrasi
Merupakan alat komunikasi sebuah kemasan bahasa universalyang dapat menembus rintangan perbedaaan bahasa. Ilustrasi initermasuk fotografi dan gambar-gambar untuk menarik konsumen.
e. Tipografi
Tipografi adalah teks pada kemasan yang berupa pesan-pesan kitauntuk menjelaskan produk yang di tawarkan sekaligusmenyerahkan konsumen untuk bersikap dan bertindak sesuaidengan harapan produsen.
f. Tata letak
Tata letak adalah paduan semua unsur garfis meliputi warna,bentuk, merek ilustrasi, topografi, menjadi suatu kesatuan baruyang disusun dan di tempatkan pada halaman kemasan. Hal-halyang perlu di perhatikan dalam pengaturan tata letak adalah :
- a.Keseimbangan
- b.Titik pandang dengan menjadikan satu unsur yang palingmenarik
- c.Perbandingan ukuran yang serasi
- d.Tata urutan alur keterbatasan yang sesuai
dan sebagai syarat penggunaan pada konsumen kemasan harus dapat memberikan daya tarik praktis dalam penggunaannya. Daya tarik praktis ini merupakan efesiensi suatu kemasan yang ditujukan kepada konsumen maupun distributor atau pengecer.Daya tarik kemasan menurut Wirya (1999 : 15) antara lain :
- Kemasan yang menjamin dapat melindungi produk
- Kemasan yang mudah di buka atau di tutup kembali untukdisimpan
- Kemasan dengan porsi yang sesuai
- Kemasan yang dapat di gunakan kembali
- Kemasan yang mudah di bawah, di pegang dan dijinjing.
- Kemasan yang memudahkan pemakaian dalam menghabiskan danmengisinya kembali.
Desain kemasan yang baik dapat mensinergikan dan mengintegrasaikan dari beberapa elemen desain dan fungsi kemasan, sehingga dihasilkan kemasan yang memiliki tingkat efektifitas, efisiensi dan fungsi yang sesuai baik dalam produksi kemasan sampai kegunaan kemasan.
D. ide kemasan unik
2. DESAIN KEMASAN JAM TANGAN FESTINA WATCHES
Merupakan desain yang sangat berani, produsen memberikan bukti bahwa memang produknya unggul dan terbukti tahan air.
Memasukkan jam tangan pada sebuah wadah yang berisi air tentunya sangat beresiko jika ternyata produknya berkualitas rendah, namun hal ini dibantah oleh Festina Watches, dengan desain produk yang berani ini mereka meyakinkan konsumen jika produknya memang benar-benar berkualitas.

5. DUS KEMASAN CREPES VIA LAUREN SCHIMMING
Desain dus kemasan unik ini dibuat untuk membungkus crepes yang lezat dan nikmat dibuat oleh AB Coffe & Crepes.
Membuat desain seperti ini bisa memakai bahan Art karton ataupun kertas kraft coklat.


6. DUS KEMASAN SALAD VIA MÓNICA LÓPEZ
Jika Anda sedang ingin membuat produk salad, tidak ada salahnya anda meniru desain dus kemasan unik ini sebagai pembungkusnya.
Desainnya yang simpel dan berkesan natural membuat kemasan ini cocok sekali digunakan untuk produk-produk organik seperti salad.


7. DUS KEMASAN SANDWICH VIA TUSHAR GHEI
Kemasan berbentuk slide digunakan oleh Tushar Ghei dalam membuat projectnya yaitu desain kemasan salad.
Jenis kemasan ini berfungsi agar konsumen tidak membuang kemasannya terlebih dahulu, karena kemasannya berfungsi sebagai pegangan agar tangan tidak berminyak ketika mulai memakan sandwich.
Anda pun bisa meniru kemasan ini untuk produk seperti sandwich, potongan pizza atau yang lainnya.










